Sipping My Life Away

by Lolly

I feel terrible lately. Gue gak tau kenapa. Selama ini gue kira yang gue mau adalah freedom. Kebebasan buat ngelakuin apapun yang gue mau. Now that I already have it in my mind, freedom ga terlalu berasa istimewa lagi. Don’t get me wrong. Gue ga bakalan balik lagi kerja 9-5. No way. Tapi gue ngerasa kebahagiaan gue ga meningkat seiring dengan freedom yang gue dapet. Gue bingung banget kenapa sih gue itu pemalas banget. Literally pemalas banget. Olahraga males, kerja males, ngapa-ngapain males. And the more I do nothing, the more I hate myself. It’s easy not to love yourself when you’re 20 something with no income and low self esteem. Apalagi ketika nyokap suka maksa gue buat lakuin ini dan itu dan ini dan itu.

Anyway, good thing about freedom adalah akhirnya gue bisa kelarin beberapa buku di tahun ini. Gue baru aja kelarin salah satu buku tentang minimalism. Akhir-akhir ini gue ngerasa tipe-tipe buku kayak gini adalah yang paling gue suka. Bukan self-help sih, tapi lebih ke books that are looking for wisdom. Ada salah satu materi di buku itu yang bikin gue ngerasa shock awalnya. Sang penulis ngomongin tentang living without goals.

HECK.

Who on the right mind would live with goals?
But he does, and he said that he had never been happier.
I don’t know dude, you’re making me nervous. 

Advertisements